24 Maret, 2014

Anak Minum ASI Lebih Cerdas

Kali ini saya akan membahas Anak Minum ASI Lebih Cerdas, ,Tapi Sebelumnya klik tombol
dulu ya...Dan kami mohon bantuannya dukung channel Youtube baru kami untuk hal yang bermanfaat
.. Terima kasih Yaa atas perhatiannya, Selamat melanjutkan membaca,kritik dan saran isikan di dan

Anak Minum ASI Lebih Cerdas

INILAH pernyataan terbaru betapa pentingnya bayi diminumi ASI (air susu ibu), sebagaimana sering juga disampaikan dan diimbaukan oleh dokter-dokter anak di Indonesia.
Belum lama ini, para ahli ilmu kesehatan dari Universitas Iptek di Norwegia, yang melakukan penelitian di Universitas Trondheim dan Odense, Denmark, memperoleh hasil kesimpulan bahwa bayi yang disusui pada usia di bawah tiga bulan setelah kelahirannya maka akan berpengaruh sangat positif bagi intelijensinya.
Bahkan dokter-dokter di Skandinavia pun mengakui adanya penemuan yang tak lain sebuah pembenaran dari pernyataan yang selama ini disinyalir demikian.
Para ahli dari Universitas Iptek Norwegia itu melakukan penelitian dengan membuktikan kenyataan terhadap 345 anak berusia l3 bulan sampai lima tahun.
Berdasarkan penelitian, anak-anak usia tersebut memiliki kemampuan gerak yang sama, tidak perduli sejak usia berapa dia mulai disusui ibunya.
Namun, kemudian terbukti bahwa kualitas mental anak-anak yang disusui kurang dari tiga bulan lamanya lebih rendah ketimbang mereka yang disusui lebih lama, paling tidak selama enam bulan.
"Jadi kami juga menemukan fakta bahwa durasi menyusu yang lebih lama, sangat bermanfaat bagi perkembangan kognitif anak-anak balita tersebut," kata Torstein Vik, juru bicara tim peneliti itu yang juga dipublikasikan oleh jurnal Arsip Penyakit Anak-anak, di Inggris.
Peneliti juga sangat yakin bahwa fatti acid serta zat nutrisi lainnya yang terkandung dalam ASI, begitu pula dengan hubungan/jalinan keakraban saat anak menyusui, diyakini sangat mungkin menjadi pendorong utama bagi perkembangan mental anak menjadi kukuh.
Studi itu dilakukan terhadap anak-anak di Swedia dan Norwegia yang sengaja dipilih secara acak, serta dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang membuat bias hasilnya, misalnya mengenai usia sang ibu, pendidikan dan kebiasaan merokok dan tidaknya dari sang ibu. (AFP, Ant, bes)

,
Posted by: Ady Sukrul Fadhlilah , Updated at: 09.37

Posting Komentar