09 Juli, 2013
Kali ini saya akan membahas Gerakan Koruptor dan Premanisme Di Magetan, ,Tapi Sebelumnya klik tombol
dulu ya...Dan kami mohon bantuannya dukung channel Youtube baru kami untuk hal yang bermanfaat
.. Terima kasih Yaa atas perhatiannya, Selamat melanjutkan membaca,kritik dan saran isikan di dan
kabar magetan
Kabar Magetan, Untuk membedah Pemberantasan Korupsi di Bumi Kabupaten Magetan Jawa Timur tidak semudah membuka telapak tangan. Pasalnya di balik sang koruptor terpampang wajah-wajah beringas preman yang terkoordinir rapi dan siap untuk melawan setiap gerakan masyarakat yang anti korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN)

Ini terbukti pada kejadian tangal 2 Juli 2013 kemarin. Kantor OI (Orang Indonesia Bersatulah) yang juga Sekretariat bersama Posko Pengaduan Koropsi di Desa Malang, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, diobrak-abrik oleh segerombolan preman yang terkoordinir hingga terjadi pengrusakan mobil, digital, mikropon dan penganiayaan terhadap ketua OI Magetan, Sifaul Anam

Lantas bagaimana tindakan aparat penegak hukum khususnya Kepolisian kalau sudah terjadi yang demikian? Ini menjadi pertanyaan publik yang harus dijawab dan menjadi beban yang harus dipikul institusi kepolisian agar jajaran kepolisian Polres Magetan bekerja lebih kompak dalam menjalankan tugas, tidak terpecah belah/pilih kasih dalam menangani perkara. Hal ini disampaikan oleh Sutarman Koordinator LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Magetan.

Lebih lanjut, kata Tarman, Kepolisisan harus bisa memetak mana yang dilindungi oleh UU dan mana yang arogan/premanisme dalam menyampaikan pendapat di muka umum. "Selain itu aparat harus bisa menciptakan rasa aman pengunjuk rasa yang sah/mengantongi ijin di lapangan dalam menyampaikan pendapat di muka umum, kalau perlu tambah personilnya," katanya.

Untuk menciptakan suasana aman nyaman di Negara yang berdemokrasi yang dilindungi oleh Undang undang dan Hukum, seharusnya dengan adanya kejadian seperti itu Polisi segera menangkap langsung para preman-preman yang jelas-jelas melakukan pengrusakan.

Sayangnya lagi dibalik para preman-preman yang sudah terkumpul sebelumnya di PPU, juga ada sekelompok oknum polisi terkesan membiarkan/tidak mencegah malahan menggiring masa preman-preman itu ke Gedung DPR, yang memang sebelumnya sudah ada 10 orang pendemo dari Kota Magetan yang lebih dulu menduduki gedung DPR.

Ditambahkan, pencegahan adanya tindakan premanisme perlu sejak dini dan perlu diantisipasi, namun yang namanya korurptor berbagai cara ditempuh meski melanggar, dengan jalan pengerahan massa tandingan.

"Kasus yang sudah masuk ditangani Kepolisian dan Kejaksaan perlu di kawal oleh masyarakat yang anti rasuah dan masyarakat lain yang peduli terhadap pemberantasan tindak pidana Korupsi. Kalau tidak di kawal oknum aparat penegak hukum sendiri akan bermain mata dengan sang koruptor yang berujung pada diel-diel tertentu untuk memberhentikan kasus (SP3)," ungkapnyaya.

Di tempat lain, Mulyono yang tergabung dalam tim orasi anti rasuah Magetan mengatakan ia tidak menyangka kalau di Magetan kota kecil yang damai ternyata dihuni oleh para preman yang terkoordinasi rapi, yang diduga aktor intelektualnya seorang oknum anggota DPRD dari partai Golkar.

"Sungguh tragis dan perlu diusut tuntas oleh kepolisian para aktor intelektual itu yang melanggar hukum. Pasalnya Negara kita Negara Hukum bukan Negara Premanisme. Kami mengamati terjadinya demo masyarakat Anti Koropsi itu juga dipicu oleh penegak Hukum sendiri yang lambat menangani Kasus," katanya. (*)

Keterangan Foto: Para preman Misterius yang Menyerang Pos Pengaduan Koropsi di Desa Malang, Maospati, Magetan, Jawa Timur.

,
Posted by: Ady Sukrul Fadhlilah , Updated at: 12.08

Posting Komentar