;
Halo Sobat ! Terima Kasih Telah Membaca Sejarah Dan Peringatan Bandung Lautan Api 2013 Di Dykrullah.com
About me | Kontak | Profile Saya | Event | Donasi | Sitemap
Jasa Perencanaan

23 Maret, 2013

Kali ini saya akan membahas Sejarah Dan Peringatan Bandung Lautan Api 2013 Tapi Klik Iklan Dibawah ini terlebih dahulu ya Untuk Membantu Pemeliharaan Server Web ini,,
Terima kasih Yaa atas perhatiannya,Selamat melanjutkan membaca,kritik dan saran isikan di kolom komentar

Dykrullah : Ramaikan Peringatan Bandung Lautan Api Tahun 2013 Dengan Mengetahui Sejarah ,Download Lagu , Lirik Lagu Dan Apa saja Perayaanya.

 Dykrullah Perayaan bandung lautan apiKali ini saya akan share tentang Suatu hari peringatan penting bagi masyarakat Bandung Khususnya. Yaitu Peringatan bandung Lautan Api tahun 2013 yang menurut kalender hari besar Indonesia di selenggarakan hari minggu ini tanggal 24 Maret 2013.Sukrul Mengucapkan selamat hari BLA Rangkaian peringatan yang biasa di lakukan masyarakat Bandung adalah pawai obor dan juga pawai ontel mengelilingi kota bandung. Siapa dari sobat yang tidak tahu sejarah bandung lautan api?Apa ya Krul Trus Siapa yang tahu apa yang di lakukan masyarakat Bandung saat Perayaan Bandung Lautan Api?Apa ya Krul Siapa lagi yang tidak memiliki Lagu dan tahu Lirik Bandung Lautan Api ?Apa ya Krul Hikmah dan pelajaran dari peristiwa bandung lautan api? 

SEJARAH SINGKAT BANDUNG LAUTAN API

bandung lautan api SUATU hari di Bulan Maret 1946, dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk mengukir sejarah dengan membakar rumah dan harta benda mereka, meninggalkan kota Bandung menuju pegunungan di selatan. Beberapa tahun kemudian, lagu "Halo-Halo Bandung" ditulis untuk melambangkan emosi mereka, seiring janji akan kembali ke kota tercinta, yang telah menjadi lautan api.

Insiden Perobekan Bendera
Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Kemerdekaan harus dicapai sedikit demi sedikit melalui perjuangan rakyat yang rela mengorbankan segalanya. Setelah Jepang kalah, tentara Inggris datang untuk melucuti tentara Jepang. Mereka berkomplot dengan Belanda (tentara NICA) dan memperalat Jepang untuk menjajah kembali Indonesia.

Berita pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan dari Jakarta diterima di Bandung melalui Kantor Berita DOMEI pada hari Jumat pagi, 17 Agustus 1945. Esoknya, 18 Agustus 1945, cetakan teks tersebut telah tersebar. Dicetak dengan tinta merah oleh Percetakan Siliwangi. Di Gedung DENIS, Jalan Braga (sekarang Gedung Bank Jabar), terjadi insiden perobekan warna biru bendera Belanda, sehingga warnanya tinggal merah dan putih menjadi bendera Indonesia. Perobekan dengan bayonet tersebut dilakukan oleh seorang pemuda Indonesia bernama Mohammad Endang Karmas, dibantu oleh Moeljono.
Tanggal 27 Agustus 1945, dibentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR), disusul oleh terbentuknya Laskar Wanita Indonesia (LASWI) pada tanggal 12 Oktober 1945. Jumlah anggotanya 300 orang, terdiri dari bagian pasukan tempur, Palang Merah, penyelidikan dan perbekalan.
Peristiwa yang memperburuk keadaan terjadi pada tanggal 25 November 1945. Selain menghadapi serangan musuh, rakyat menghadapi banjir besar meluapnya Sungai Cikapundung. Ratusan korban terbawa hanyut dan ribuan penduduk kehilangan tempat tinggal. Keadaan ini dimanfaatkan musuh untuk menyerang rakyat yang tengah menghadapi musibah.
Berbagai tekanan dan serangan terus dilakukan oleh pihak Inggris dan Belanda. Tanggal 5 Desember 1945, beberapa pesawat terbang Inggris membom daerah Lengkong Besar. Pada tanggal 21 Desember 1945, pihak Inggris menjatuhkan bom dan rentetan tembakan membabi buta di Cicadas. Korban makin banyak berjatuhan.
Bandoeng Laoetan Api
Ultimatum agar Tentara Republik Indonesia (TRI) meninggalkan kota dan rakyat, melahirkan politik "bumihangus". Rakyat tidak rela Kota Bandung dimanfaatkan oleh musuh. Mereka mengungsi ke arah selatan bersama para pejuang. Keputusan untuk membumihanguskan Bandung diambil melalui musyawarah Majelis Persatuan Perjuangan Priangan (MP3) di hadapan semua kekuatan perjuangan, pada tanggal 24 Maret 1946.
Kolonel Abdul Haris Nasution selaku Komandan Divisi III, mengumumkan hasil musyawarah tersebut dan memerintahkan rakyat untuk meninggalkan Kota Bandung. Hari itu juga, rombongan besar penduduk Bandung mengalir panjang meninggalkan kota.
Bandung sengaja dibakar oleh TRI dan rakyat dengan maksud agar Sekutu tidak dapat menggunakannya lagi. Di sana-sini asap hitam mengepul membubung tinggi di udara. Semua listrik mati. Inggris mulai menyerang sehingga pertempuran sengit terjadi. Pertempuran yang paling seru terjadi di Desa Dayeuhkolot, sebelah selatan Bandung, di mana terdapat pabrik mesiu yang besar milik Sekutu. TRI bermaksud menghancurkan gudang mesiu tersebut. Untuk itu diutuslah pemuda Muhammad Toha dan Ramdan. Kedua pemuda itu berhasil meledakkan gudang tersebut dengan granat tangan. Gudang besar itu meledak dan terbakar, tetapi kedua pemuda itu pun ikut terbakar di dalamnya. Staf pemerintahan kota Bandung pada mulanya akan tetap tinggal di dalam kota, tetapi demi keselamatan maka pada jam 21.00 itu juga ikut keluar kota. Sejak saat itu, kurang lebih pukul 24.00 Bandung Selatan telah kosong dari penduduk dan TRI. Tetapi api masih membubung membakar kota. Dan Bandung pun berubah menjadi lautan api.
Pembumihangusan Bandung tersebut merupakan tindakan yang tepat, karena kekuatan TRI dan rakyat tidak akan sanggup melawan pihak musuh yang berkekuatan besar. Selanjutnya TRI bersama rakyat melakukan perlawanan secara gerilya dari luar Bandung. Peristiwa ini melahirkan lagu "Halo-Halo Bandung" yang bersemangat membakar daya juang rakyat Indonesia.
Bandung Lautan Api kemudian menjadi istilah yang terkenal setelah peristiwa pembakaran itu. Banyak yang bertanya-tanya darimana istilah ini berawal. Almarhum Jenderal Besar A.H Nasution teringat saat melakukan pertemuan di Regentsweg (sekarang Jalan Dewi Sartika), setelah kembali dari pertemuannya dengan Sutan Sjahrir di Jakarta, untuk memutuskan tindakan apa yang akan dilakukan terhadap Kota Bandung setelah menerima ultimatum Inggris.

Istilah Bandung Lautan Api muncul pula di harian Suara Merdeka tanggal 26 Maret 1946. Seorang wartawan muda saat itu, yaitu Atje Bastaman, menyaksikan pemandangan pembakaran Bandung dari bukit Gunung Leutik di sekitar Pameungpeuk, Garut. Dari puncak itu Atje Bastaman melihat Bandung yang memerah dari Cicadas sampai dengan Cimindi.
Setelah tiba di Tasikmalaya, Atje Bastaman dengan bersemangat segera menulis berita dan memberi judulBandoeng Djadi Laoetan Api. Namun karena kurangnya ruang untuk tulisan judulnya, maka judul berita diperpendek menjadi Bandoeng Laoetan Api. Itu lah singkat cerita bandung lautan api, sekarang kita bahas peringatan bandung Lautan Api yang di selenggarakan tiap tahunnya,

PERINGATAN BANDUNG LAUTAN API 2013

Sekarang banyak masyarakat Bandung yang menyambut hari perayaan Bandung lautan Api dengan mengadakan Pawai Obor, Pawai sepeda ontel , festifal, dan doa bersama. Peserta pawai obor akan berjalan kaki dari Tegallega menuju Balai Kota Bandung Jalan Wastukancana. Adapun rute yang dilalui adalah Tegalega - Moh. Toha - Jalan Pungkur - Jalan Dewi Sartika - Jalan Asia Afrika - Jalan ABC - Jalan Naripan - Jalan Braga - Jalan Singaraja - Jalan Viaduct  - Perintis Kemerdekaan dan Balai Kota Jalan Wastukencana. dan untuk pawai ontel biasanya terdapat 3000 lebih sepeda ontel pada minggu pagi nanti. dan di kabarkan ratusan polisi di bandung di kerahkan demi menciptakan perayaan Bandung lautan api yang tertib,,hehe

DOWNLOAD LAGU BANDUNG LAUTAN API MP3

Maaf Untuk liriknya langsung saja dengarkan disini,,hehe desain by dykrullah

Download lagunya disini

HIKMAH DAN PELAJARAN DARI PERISTIWA BANDUNG LAUTAN API

  • Perjuangan mempertahankan kemerdekaan memerlukan sikap rela berkorban mulai dari harta, keluarga, bahkan jiwa pun menjadi taruhannya demi melawan musuh yang ingin merebut kembali kemerdekaan yang telah diraih. Saat ini kita yang berada di zaman sekarang, apakah kita pun sudah seharusnya memiliki sikap dan jiwa untuk rela berkorban. Tentunya apa yang kita hadapi tidak sama, namun semangatnya harus kita tiru dan kita terapkan dalam perjuangan kita menyongsong masa depan. Sudahkah kita memilikinya?!
  • Semangat perjuangan antara TRI dan rakyat adalah bentuk ril dari penerapan sifat gotong royong dan kebersamaan. Berjuang sendiri tentu tidak ada salahnya dan sudah seharusnya dimulai dari diri sendiri, namun jika kita berharap akan perubahan dan hasil yang lebih besar, kita harus melakukannya bersama! Kalau ada pilihan untuk bisa sukses dan maju bersama, mengapa kita masih mau berjalan sendiri-sendiri?
  • Rakyat dan TRI rela berkorban membumihanguskan harta bendanya dan mengungsi meninggalkan tempat tinggalnya demi perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Mengapa mereka rela melakukannya? Karena mereka melihat melalui visi-nya bahwa dengan memiliki kemerdekaan mereka bisa mendapatkan kesempatan untuk kehidupan yang lebih baik, dan dalam melakoni perjalanan memperjuangkan visi itu pengorbanan menjadi hal yang tidak tabu untuk dilakukan. Nah, sekarang jika kita memiliki impian dan cita-cita masa depan, sudahkah melakukan usaha terbaik dengan pengorbanannya untuk membayar harga impian dan cita-cita kita?!

Semoga artikel ini bermanfaat,,jangan lupa like jika suka,twit jika tertarik,dan juga +1 jika rekomendasi,,hehe

Terima kasih untuk : 4shared, detik, bandung heritage organisasi

Posted by: Ady Sukrul Fadhlilah , Updated at: 23.32

+ komentar + 3 komentar

24 Maret 2013 16.02

Sunggu baru tahu kalau ada Hari peringatan Bandung lautan Api. yang aku tahu hanya 10 Nopember saja. hehehe

DYKRULLAH Mengucapkan Terimakasih Kepada Slamet Sanyoto atas Komentarnya di Sejarah Dan Peringatan Bandung Lautan Api 2013
24 Maret 2013 21.31

hehe,,iya bang ,
10 november tu hari kusayang padamu to bang,,hehe
merdekaa

DYKRULLAH Mengucapkan Terimakasih Kepada Ady Dykrullah atas Komentarnya di Sejarah Dan Peringatan Bandung Lautan Api 2013
Anonim
27 Maret 2013 09.49

Saya usul supaya sejumlah peristiwa terkait dengan perjuangan Indonesia diperkenalkan dengan luas atau diperingati secara nasional – walau tanpa libur. "Bandung Lautan Api" layak masuk peringatan secara nasional - mengingat aktivis Republik atau anak bangsa yang terlibat mencakup berbagai latar belakang, dapat mewakili Indonesia. Perlu penyadaran seluruh anak bangsa bahwa sesuatu yang bernama “ Indonesia” terwujud melalui proses yang panjang dan brutal. Indonesia berawal dari mimpi besar dan kerja besar. Wilayah hampir seluas Eropa ingin dipersatukan dari perpecahan sekaligus dibebaskan dari penjajahan asing . Saya tegaskan bahwa proses terbentuk Indonesia tidak lepas dari perlawanan terhadap penjajahan asing. Terentang waktu dari tahun 1511 – ketika Portugis merebut Kesultanan Malaka – hingga tahun 1962, ketika Belanda hengkang dari Irian / Papua. Jutaan orang tewas untuk meraih mimpi tersebut, termasuk mereka yang gugur di Bandung, termasuk anggota keluarga saya yang gugur di Front Karawang-Bekasi dan Front Jawa Tengah. Mengingat, mengenang, merayakan peristiwa yang terkait dengan riwayat perjuangan Indonesia lebih baik dari pada mengingat, mengenang, merayakan peristiwa yang tidak terkait dengan hal tersebut di atas – semisal Valentine Day, April Mop, Thankgiving atau Halloween.

Oh ya, satu hal lagi. Penjajahan belum mati, ia hanya berganti. GANTI CARA, GANTI RUPA.


Wassalam,


Indra Ganie
Bintaro Jaya - Tangerang Selatan, Banten

DYKRULLAH Mengucapkan Terimakasih Kepada Anonim atas Komentarnya di Sejarah Dan Peringatan Bandung Lautan Api 2013

Poskan Komentar